Sebagai seorang yang tergila-gila dengan Charlie Kaufman, saya akan selalu menyebut beberapa judul film karyanya setiap kali ada teman yang meminta rekomendasi film untuk ditonton. Film-film Kaufman cenderung berat. Tapi bukan berarti film-filmnya tidak bisa dinikmati. Kaufman bukan tipikal sineas yang suka bergelap-gelap. Bisa dikatakan bahwa semua film yang dia tulis adalah film komedi. Itulah barangkali mengapa penonton tetap bisa tertawa sekalipun filmnya berat, suatu hal yang tidak saya temukan dalam film-film Terrence Malick, misalnya.
Daftar yang saya buat ini bukan berdasarkan peringkat film terbaik Charlie Kaufman versi saya, tapi lebih kepada film-film yang saya rasa cocok dijadikan pintu masuk untuk mengenal karya-karya Kaufman. Berikut panduan ringkasnya.
Wajin Tonton
Sampai saat ini, Kaufman baru menulis 6 film. Dan di antara 6 film itu, Eternal Sunshine of the Spotless Mind lah yang masuk kategori wajib tonton. Dosa besar jika seorang maniak film tidak menontonnya. Film ini bercerita tentang seorang lelaki yang ingin menghapus ingatannya, lewat mesin penghapus ingatan, terhadap seorang perempuan cantik yang sangat dicintainya. Kenangan, seburuk apapun dia, pada akhirnya memang bukan untuk dilupakan.
Wajib Kifayah Ditonton
Barangkali istilah kifayah kurang tepat. Namun Being John Malkovich adalah film yang wajib ditonton siapa saja yang menyukai Eternal Sunshine of the Spotless Mind. Bercerita tentang seorang dalang boneka yang menemukan portal untuk masuk ke dalam pikiran John Malkovich. Masuk di sini bukan memengaruhi John Malkovich seperti apa yang dilakukan oleh orang yang bisa melakukan hipnotis, tapi masuk dalam artian yang denotatif: seluruh tubuh masuk ke dalam pikiran John Malkovich. Semoga saja di dunia nyata portal seperti itu ada, dan alangkah menyenangkannya jika portal itu menuju ke dalam pikiran Chelsea Islan.
Penggemar Berat Charlie Kaufman
Bagi yang menyukai kedua film yang telah saya sebutkan tadi, otomatis akan menjadi penggemar berat Charlie Kaufman. Kalau sudah begini, dua film metafiksi yang dia tulis adalah tontonan wajib selanjutnya. Yang pertama berjudul Adaptation. Bercerita tentang seorang penulis skenario yang kebingungan dalam menulis skenario yang diadaptasi dari sebuah buku non-fiksi. Penulis skenario itu bernama Charlie Kaufman, dan skenario film yang sedang dia buat berjudul Adaptation. Jadi, film ini adalah film tentang Charlie Kaufman yang sedang kebingungan dalam menuliskan skenario film Adaptation. Sepengetahuan saya, film ini adalah film pertama yang menampilkan penulis skenarionya sebagai karakter utama di dalam cerita. Yang kedua berjudul Synecdoche, New York. Film ini merupakan film pertama yang disutradarai sendiri oleh Charlie Kaufman. Bercerita tentang seorang sutradara drama, yang ingin membuat sebuah pagelaran drama terbesar yang pernah ada. Drama yang ingin dia buat adalah sebuah copy paste dari kehidupannya sendiri. Karena dalam kehidupan sehari-hari dia adalah seorang sutradara drama, maka drama yang dia buat, awalnya dia beri judul Simulacrum, bercerita tentang dirinya sendiri beserta semua kru yang sedang membuat sebuah drama yang juga berjudul Simulacrum. Begitu seterusnya, sampai dia tidak mengenal lagi siapa kru yang benar, dan siapa aktor yang berperan sebagai kru.
Untuk yang Tergila-gila dengan Charlie Kaufman
Human Nature dan Confession of a Dangerous Mind adalah dua film minor dari Charlie Kaufman, dan barangkali hanya cocok ditonton oleh orang yang tergila-gila dengan karyanya. Ceritanya sendiri barangkali tidak lagi menjadi penting, sebab jika sudah tergila-gila, dengan sendirinya akan tetap menonton karyanya tanpa perlu diberitahu seperti apa jalan ceritanya.
PS: Jika ingin menikmati karyanya, saya sarankan jangan dilakukan secara maraton seperti menonton trilogi The Lord of the Ring.