Mimpi Basah

Beberapa saat setelah rebahan di kamar hotelnya, Samsir menelpon Higal, teman baiknya yang sekarang kerja di Jogja, untuk mencarikannya seorang pelacur. “Yang penting servisnya oke,” Samsir berpesan. Higal paham betul seperti apa selera Samsir. Dengan keterus-terangan seorang teman, Higal berkata, “Ini pelacur oke punya. Lebih mahal dari kemarin-kemarin memang. Tapi dijamin puas. 1,5 juta sekali main. Gimana?” Tanpa pikir panjang Samsir mengiyakan. Setiap kali dia berkunjung ke Jogja, dan memesan pelacur ke Higal, dia tidak pernah dikecewakan. “Baiklah, tunggu saja di kamarmu. Sebentar lagi dia datang.” Percakapan lewat telepon berakhir.

Samsir pergi menyikat gigi, membersihkan penisnya dengan sabun, lalu mengganti celana dalamnya. Dia lalu menunggu di dalam kamarnya, rebahan di atas ranjang sambil mengganti channel TV. Lima menit, sepuluh menit, 45 menit, pelacur yang dijanjikan tidak juga datang. Tiba-tiba Samsir ngantuk berat. Saat hendak tertidur, seseorang dari luar kamarnya mengetuk pintu. Tanpa beranjak dari ranjangnya, Samsir mempersilahkan orang itu masuk. Dia adalah seorang perempuan berkulit sawo matang, mengenakan celana jeans biru dongker, dan kaos putih tanpa lengan. Perempuan itu memperkenalkan diri, namanya Tatyana, dan dia datang atas permintaan Higal. Dia sangat cantik, pikir Samsir. Seumur hidup, Samsir belum pernah bertemu perempuan secantik ini.

Tanpa diperintah, Tatyana segera menjilati dada Samsir setelah melepas baju kaosnya terlebih dahulu. Jilatannya mengarah ke bawah. Begitu sampai di pusar, Tatyana memainkan lidahnya di situ. Samsir menggelinjang pelan. Tatyana melirik sebentar ke wajah Samsir, tertawa pelan, sebelum kembali mengarahkan jilatannya ke bawah. Celana pendek yang Samsir kenakan dilorotkan dengan lembut oleh Tatyana, hingga Samsir kini tinggal mengenakan celana dalam saja. Tatyana lalu menggigit pelan penis Samsir yang telah mengeras dari luar celana dalamnya. Tidak berapa lama, Tatyana lalu melepaskan celana dalam Samsir, hingga penisnya yang hitam terlihat jelas. Diusapnya pelan penis itu, digenggam dengan lembut, dan dia naik turunkan genggamannya. Samsir mengerang. Karena tidak tahan, dia lalu menurunkan resleting serta membuka kancing celana jeans Tatyana, dan mendapati perempuan itu tidak mengenakan celana dalam. Dia melihat bulu-bulu tipis di balik celana itu. Begitu menggairahkan. Samsir mengarahkan tangannya ke sana, ke vagina Tatyana, yang saat itu telah basah. Dia mainkan klitorisnya. Tatyana mengerang sebentar, lalu menyingkirkan tangan Samsir dari pangkal pahanya. Dia menyuruh Samsir diam saja, dan laki-laki itu menurutinya. Bibir merah Tatyana kemudian menyentuh ujung penis Samsir, lidahnya dia mainkan sebentar di situ. Dia lalu membuka mulutnya, dan memasukkan penis Samsir ke sana. Kepalanya dia naik turunkan. Samsir menggelinjang hebat, matanya dia pejamkan. Tidak sampai lima menit, Samsir orgasme. Sebagian spermanya di telan Tatyana, sebagian lagi muncrat di wajah cantiknya. Samsir yang sudah tidur dengan 37 perempuan, tidak pernah merasakan kenikmatan sehebat ini.

Samsir terbangun. Dia pegang penisnya dari luar celana. Ada cairan di situ. Ternyata dia cuma mimpi basah. Dia beranjak dari kasurnya, membersihkan pangkal pahanya, lalu mengganti celana. Dari luar terdengar ketukan pintu. Samsir beranjak ke sana. Di balik pintu, seorang perempuan cantik tersenyum. Samsir terkejut, sebab dia adalah perempuan yang Samsir lihat di dalam mimpinya barusan. Perempuan itu datang untuk meminta bayaran. Samsir tidak mengerti dengan semua ini. Perempuan itu paham dengan kebingungan Samsir, kemudian menjelaskan, “Aku lah Tatyana, pelacur yang kamu pesan. Tapi aku bukan pelacur sembarangan. Sebab aku adalah pelacur di dalam mimpi. Lewat mimpilah aku tadi mendatangimu. Lewat mimpi pula aku memuaskanmu.”

2 thoughts on “Mimpi Basah”

Leave a comment