6. The Fall, Tarsem Singh

Sebuah dongeng tidak hanya bisa membuat orang bertahan hidup, tapi juga bisa membunuhnya. Film ini dimulai dengan adegan jatuhnya seorang aktor, bernama Roy, dari atas jembatan. Roy aktor yang ambisius. Dia ingin membuat adegan yang hanya bisa dilakukan oleh dirinya seorang. Saat itu film baru saja menjadi industri. Masih hitam putih dan bisu. Tak ada dialog, hanya musik yang dimainkan di bioskop. Proyektor pun masih harus diputar manual menggunakan tangan.

Roy punya ide gila, yang kala itu belum pernah terpikirkan oleh aktor-aktor lain: dia ingin membuat adegan seorang koboi yang melompat dari atas jembatan dan langsung mendarat tepat di atas kuda. Adegan itu gagal, kuda tersebut mati dan Roy mengalami patah kaki. Dia pun harus dirawat di rumah sakit. Di tempat lain, ada seorang anak kecil, usia lima tahun, bernama Alexandria. Ibunya bekerja di kebun jeruk. Suatu waktu dia ikut ibunya ke kebun. Dia memanjat pohon, memetik jeruk juga, namun akhirnya dia terjatuh. Tangan kirinya patah, dan dia harus dirawat di rumah sakit. Roy dan Alexandria dirawat di rumah sakit yang sama. Dan disitulah mereka bertemu, secara tidak sengaja tentu saja.

Kisah selanjutnya mengingatkan saya akan buku Alf Laylah Wa Laylah (Kisah Seribu Satu Malam), terutama kisah Syahrazad yang mendongeng setiap malam kepada Raja Syahrayar. Saat pertama kali bertemu, Roy langsung mendongeng kepada Alexandria. Bedanya, jika Syahrazad menceritakan banyak sekali kisah kepada Raja Syahrayar, Roy hanya menceritakan dua kisah kepada Alexandria: kisah mengenai Alexander the Great yang membuang seluruh persediaan air saat dia tersesat di gurun pasir dengan pasukannya, dan sebuah kisah epic mengenai enam ksatria yang ingin balas dendam terhadap penguasa jahat lagi keji, Governor Odiuos.

Itu perbedaan pertama. Perbedaan selanjutnya, dan ini yang paling penting, Syahrazad mendongeng setiap malam kepada Raja Syahrazad agar dia bisa terbebas dari hukuman mati di pagi hari. Syahrazad selalu menggantung cerita setiap malam, sehingga Raja Syahrayar selalu penasaran dengan kelanjutan kisah selanjutnya. Untuk menghilangkan rasa penasaran ini, Raja Syahrayar selalu menunda hukuman mati untuk Syahrazad agar dia bisa mendengarkan kelanjutan dongeng di malam berikutnya. Dongeng bagi Syahrazad adalah senjata untuk bertahan hidup. Sedangkan dalam The Fall, dongeng Roy kepada Alexandria adalah senjata baginya agar bisa bunuh diri. Setiap hari Roy menggantung ceritanya dan membuat Alexandria penasaran. Roy baru akan melanjutkan ceritanya jika Alexandria mau memenuhi permintaannya: mengambilkan sebotol penuh pil Morhin agar dia dapat bunuh diri dengan itu dan mati keesokan paginya.

Pada akhirnya sebuah dongeng tidak hanya bisa membuat orang bertahan hidup, tapi juga bisa membunuhnya.

Leave a comment