3. Chungking Express, Wong Kar-wai

Akhir-akhir ini sering beredar berita yang menayangkan betapa menyebalkannya polisi lalu lintas. Meskipun Polri melakukan pencitraan dengan merekrut banyak polwan cantik, tetap saja jumlah polisi lalu lintas yang menyebalkan tidak kunjung berkurang. Lebih dari dua puluh tahun yang lalu, muncul sebuah film yang menceritakan melankoli dua orang polisi. Sayangnya bukan polisi Indonesia, tapi polisi Hongkong. Paling tidak, dari berbagai kisah menyebalkan tentang polisi, masih ada kisah tentang polisi yang membuat kita tertawa, sekalipun itu bukan di Indonesia.

Dua orang polisi ini diceritakan dalam dua kisah berbeda. Mereka hanya pernah bertemu sekali saja, dan tidak saling bertegur sapa, sebab mereka memang tidak saling mengenal. Kisah pertama bercerita tentang polisi bernomor anggota 223 (selanjutnya akan saya sebut Cop 223). Tanggal satu April dia putus dari pacarnya yang bernama May. Dia galau setengah mati. Namun dia masih berharap dapat rujuk dengan May. Kebetulan, tanggal satu Mei (May jika dalam bahasa Inggris) Cop 223 berulang tahun. Selama sebulan penuh, mulai tanggal satu April sampai tiga puluh April dia membeli dan memakan satu nanas kaleng setiap hari. Tapi dia hanya membeli nanas kaleng yang akan kadaluarsa tepat di tanggal satu Mei. Cop 223 rupanya sedikit berfilsafat di sini. Dia menganalogikan kisah cintanya dengan May seperti nanas kaleng itu. Jika sampai tanggal satu Mei mereka belum juga rujuk, maka cinta mereka akan kadaluarsa selamanya, seperti nanas kaleng yang kadaluarsa pada tanggal satu Mei.

Kisah kedua bercerita tentang seorang perempuan cantik penjaga kedai bernama Faye yang jatuh cinta pada seorang polisi dengan nomor anggota 663 (selanjutnya akan saya sebut Cop 663). Saat Cop 663 membeli makan di kedai yang dijaga Faye, saat itulah Faye langsung jatuh cinta padanya. Sayangnya Faye tidak berani berterus terang dengan perasaannya. Setiap hari Faye diam-diam masuk ke apartemen Cop 663. Dia membersihkan apartemen itu setiap hari, menukar CD musik favorit Cop 663 dengan CD musik favoritnya, melakukan apapun yang dia suka di sana, dan akhirnya pergi sebelum Cop 663 pulang. Hal itu dia lakukan setiap hari, sebelum akhirnya tertangkap basah oleh Cop 663. Semenjak itu Faye tidak mau lagi bertemu Cop 663, dia kadung malu. Cop 663 akhirnya tahu bahwa Faye melakukan hal itu karena dia jatuh cinta padanya. Saat Cop 663 ingin bertemu, Faye sudah pergi ke Amerika. Dia hanya meninggalkan selembar tisu yang digambar mirip boarding pass pesawat udara. Faye juga meninggalkan catatan, yang kurang lebih berbunyi begini: kalau mau bertemu silahkan susul aku, dengan “boarding pass” yang telah aku tinggalkan untukmu.

Yang saya tangkap dari film ini adalah, sebaiknya kita mengatakan dengan terus terang saja mengenai apa yang kita rasakan pada orang yang kita cinta. Jika ingin rujuk, ya sebaiknya bilang duluan kalau ingin rujuk, dan bukannya menunggu orang yang kita cinta mengatakannya lebih dulu. Jika kita jatuh cinta pada seseorang, ya sebaiknya bilang saja, tidak perlu malu untuk mengakui itu. Barangkali ini pesan yang terdengar kacangan, dan sudah sangat sering kita dengar dari media lain. Tapi ada satu pesan yang saya yakin belum pernah kita dengar di media lain, bukan juga pesan kacangan seperti yang saya tulis di atas. Ini tips dari Cop 223, tentang bagaimana cara agar kita tidak menangis saat sedang patah hati. Sederhana saja, kita hanya perlu jogging sampai tubuh kita megeluarkan banyak keringat. Saat itu terjadi, tubuh kita kehilangan cairan, dan itu berarti tubuh kita tidak punya stok cairan air mata yang akan keluar saat kita bersedih. Tips yang cemerlang bukan?

One thought on “3. Chungking Express, Wong Kar-wai”

Leave a reply to KakMayya Cancel reply