Teknik Jitu Menaklukkan Hati Member JKT48

Kinal tahu sebagai member JKT48 dia tidak boleh berpacaran, tapi dia juga tahu tidak seorang pun yang bisa melarang dia untuk jatuh cinta. Berpacaran dan jatuh cinta adalah dua hal yang berbeda. Kita bisa jatuh cinta tanpa berpacaran. Jatuh cinta adalah urusan hati, sedang berpacaran adalah tindakannya. Dan Yasushi Akimoto sekalipun tidak punya hak memecat seorang member karena jatuh cinta pada seorang lelaki, sebab dia hanya melarang untuk berpacaran, bukan jatuh cinta.

***

Cerita ini sebenarnya bukan tentang Kinal, ini cerita tentang Ahmad Winata. Dia adalah orang sungguhan, bukan karakter yang aku ciptakan. Kau bisa mencarinya lewat google kalau tidak percaya. Paragraf di atas juga bukan karanganku, itu aku kutip dari skenario komik yang dia tulis. Dia adalah penggila semua hal tentang Jepang, terutama manga dan animenya.

Sebagai otaku sejati, dia adalah orang yang akan marah besar jika kau menyamakan anime dengan manga, atau kau menyamakan JKT48 dengan girlband. Dia akan buru-buru meralatnya sebelum kau sempat melanjutkan kata-katamu, “Manga dan anime itu dua hal yang beda, dan ingat, JKT48 bukanlah girlband!” begitu katanya berulang-ulang padaku.

Winata orang yang sangat percaya takhayul. Aku tidak tahu kepercayaan ini dia dapatkan dari kesenangannya membaca manga, atau karena pengalaman pribadinya. Kerap saat bersepeda motor berdua, dan melewati jalanan yang gelap, dia akan bilang kalau perasaannya tidak enak sebab mencium bau yang aneh. Kau pasti tahu, bau yang aneh adalah ciri ada hantu di dekatmu.

Tapi aku curiga, bau aneh itu justru berasal dari badannya sendiri. Aku beri tahu satu informasi penting padamu: Winata adalah orang yang malas mandi. Kebiasaan jorok itu semakin diperburuk dengan kenyataan bahwa dia bukanlah orang yang tampan. Kau tahu, secara fisik Winata jauh dari kata menarik, badannya gemuk, berkacamata tebal, rambut awut-awutan, dan selalu berkeringat dengan aktifitas apapun yang dia lakukan.

Baiklah, kini kau telah tahu, meskipun cuma sedikit, seperti apa Ahmad Winata itu. Aku tahu kau tidak suka dengan cerita yang karakter utamanya bukanlah lelaki yang tampan. Sebagai penulis, aku pun sebenarnya tidak suka menuliskan cerita dengan karakater seperti Winata. Aku tidak menemukan ada hal puitis dengan menuliskan cerita tentangnya. Tapi tenang saja, dalam cerita ini kau akan tetap menemukan cerita tentang lelaki tampan dengan perempuan cantik. Cerita itu bukan aku yang tulis, itu adalah karangan Winata. Dia menulis skenario komik. Akan kuceritakan padamu, dengan menggunakan bahasaku sendiri, isi skenario komik yang dia tulis.

***

Dia menuliskan cerita dengan karakter seorang lelaki tampan, dingin, misterius, dan selalu tidak peduli dengan sederetan perempuan cantik yang mengaguminya. Dia tidak mungkin menamai karakternya dengan Jokowo, sebab selain terlalu ndeso, nama itu juga mirip Gubernur DKI Jakarta. Maka Ahmad Winata memenggal empat huruf terakhir dari Jokowo, lalu menambahi huruf ‘e’ setelahnya. Jadilah namanya Joe, supaya terbaca sangat urban.

Setiap kali Joe berjalan, kedua telapak tangannya selalu dimasukkan dalam saku celana. Kau tahu, memasukkan tangan dalam saku adalah kebiasaan tokoh-tokoh dingin dalam beragam serial manga dan anime yang kerap ditonton Winata.

Aku sebenarnya tidak enak pada Winata untuk mengatakan ini, tapi demi keutuhan cerita, mau tidak mau aku harus mengatakannya: Joe sebenarnya bayangan ideal diri Winata Sendiri. Dia selalu membayangkan dirinya adalah lelaki yang dingin, dengan banyak perempuan cantik yang mengaguminya. Tapi bayangan ideal dirinya dengan kenyataan yang ada sungguh sangat berbeda jauh. Supaya perbedaan itu tidak terlalu mencolok, karakter yang dia ciptakan, Joe, dibuat berkacamata seperti dirinya.

Ahmad Winata menginginkan Joe dikagumi oleh perempuan yang tidak biasa. Dia haruslah bertolak-belakang dengan semua sifat Joe. Dia cantik, sedikit cerewet, penuh optimisme, memiliki banyak teman, sangat ceria, dan tentu saja sangat populer. Kau pasti bisa menebaknya: perempuan itu adalah member JKT48.

Bukan tanpa alasan member JKT48 yang Winata jadikan tokoh perempuan dalam komiknya. Dia sangat mengidolakan JKT48. Oshinya adalah Veranda, member JKT48 yang paling feminim. Winata kerap berfantasi tentang Veranda beberapa saat sebelum dia tidur, tapi lebih sering saat dia berada di kamar mandi. Namun, untuk alasan dramatisasi dalam cerita yang dia tulis, dengan berat hati bukan Veranda yang dia jadikan karakter dalam komiknya: dia lebih memilih Kinal, kapten tim di JKT48.

***

Sebelum aku ceritakan lebih lanjut komik yang dia tulis, harus aku sampaikan kalau cerita yang dia buat sangat klise. Kau tahu, layaknya serial manga yang dia baca, Joe dan Kinal pertama kali bertemu di dalam kelas. Joe adalah mahasiswa pindahan dari Surabaya, dan kuliah di Bandung karena orang tuanya mendapat promosi jabatan di kota itu. Aku sudah berkali-kali memberikan saran untuk mengubah cara mereka bertemu, tapi Winata tetap kukuh dengan cerita awal yang dia buat. Dia sangat yakin, bertemu di dalam kelas adalah bentuk perkenalan yang paling romantis.

Joe diam-diam dikagumi mahasiswi-mahasiswi cantik, dan diam-diam juga Joe telah mengetahui kalau dia dikagumi secara diam-diam. Setiap kali berjalan, ratusan pasangan mata memerhatikannya. Tangan Joe dimasukkan dalam saku celananya, dan rambutnya, walaupun saat itu tidak ada angin yang berembus, beterbangan ke sana ke mari. Itu adalah cara berjalan paling keren yang dapat Winata bayangkan.

Joe adalah orang yang cerdas, berpengetahuan luas, di kelas dia jarang berbicara, tapi sekalinya dia bicara seisi kelas akan terdiam. Diam-diam Kinal ikut mengaguminya. Kinal lalu mencari tahu lebih jauh tentang Joe. Dari penelusurannya, ternyata Joe telah menerbitkan dua novel. Dia bukanlah novelis kenamaan, dia penulis novel cult, novel-novelnya tidak pernah best-seller, memiliki penggemar yang tidak terlalu banyak tapi selalu antusias menunggu karya-karyanya. Ceritanya kemudian bisa ditebak, Kinal membaca novel-novel Joe, dan itu membuatnya semakin mengagumi Joe. Kinal kerap mencoba mengajak Joe berbicara, namun selalu mendapat perlakuan dingin dari Joe. Selalu begitu, dan begitu, sampai suatu ketika, tatkala Kinal hampir putus asa, entah bagaimana, Joe tiba-tiba menyapa Kinal dengan “hai,” dan kau tahu, pipi Kinal seketika memerah, seperti di serial anime yang kerap ditonton Winata.

***

Aku tidak habis pikir, bagaimana mungkin laki-laki yang sangat dingin tiba-tiba dapat bersikap hangat pada perempuan tanpa alasan apapun? Logika ceritanya betul-betul kacau! A.S. Laksana pasti akan memaki habis-habisan cerita yang ditulis seperti itu! Saat aku menanyakan hal itu pada Winata, dengan enteng dia menjawab, “Cinta dan logika itu urusan yang beda. Jika kau memaksakan sebuah cerita harus sesuai logika, itu namanya cerita detektif, bukan cerita cinta!”

Tanpa memedulikan saran yang aku berikan, dia tetap melanjutkan cerita yang ingin dia tulis.

***

Joe dan Kinal lalu jalan berdua. Mereka ke kebun teh, dan juga pantai. Saat jalan berdua di pantai, dengan matahari senja sebagai latarnya, Kinal merentangkan tangannya, menengadahkan kepalanya ke langit, lalu berputar-putar sambil menyanyi ceria. Sedang Joe dengan tangan di dalam saku celana, serta angin senja yang menerbangkan rambutnya, hanya menatap Kinal dari belakang dengan seulas senyum di bibirnya.

Semenjak itu, Kinal jatuh cinta pada Joe. Dia tidak mungkin menyatakan rasa itu pada Joe, sebab di JKT48 para member dilarang berpacaran. Kinal dalam kondisi yang bimbang, memilih Joe atau JKT48. Dia sudah terlanjur cinta pada Joe, tapi dia tidak bisa meninggalkan JKT48 begitu saja. Dia adalah kapten di JKT48, yang notabene seorang ikon di groupnya. Dia punya banyak penggemar yang akan kecewa jika dia memutuskan keluar. Apalagi, dia sudah menganggap semua member JKT48 sebagai keluarganya sendiri, dan hal yang berat untuk meninggalkan keluarga.

***

Sungguh, saat menuliskan cerita di atas, air mata Winata jatuh menetes. Dia bukanlah lelaki yang sentimentil, tapi dia akan selalu tersetuh dengan hal apapun yang berhubungan dengan kesetiaan. Asal kau tahu saja, Winata pernah ditinggal pergi kekasihnya demi laki-laki lain yang lebih tampan, dan mapan, darinya. Semenjak itu dia seperti mendapat kutukan. Setiap kali mendekati perempuan, dia selalu mendapat penolakan. Akhirnya kau tahu, cerita yang dia tulis tidak lain merupakan kisah ideal tentang dia dengan perempuan manapun yang dia suka.

“Lalu kau mau mengakhiri komikmu dengan cerita seperti apa?” tanyaku.

“Dengan hal yang paling pembaca tidak inginkan terjadi: member JKT48 yang lain akhirnya tahu hubungan antara Kinal dan Joe!”

***

Aku akhirnya memberikan saran cerita yang jauh lebih baik dari yang bisa Winata pikirkan. Aku mengatakan padanya, kalau Joe tidak perlu digambarkan terlalu sempurna seperti yang dia buat. Menurutku, secara fisik Joe tidak perlu terlalu tampan. Kisah cintanya justru lebih bagus kalau mirip dengan kisah cinta Winata sendiri, pernah dikhianati kekasihnya, dan mendapat penolakan terus-menerus dari perempuan lain setelah itu. Teman-teman dekat Joe sampai memberi julukan orang tersial padanya. Untuk membuktikan bahwa dirinya tidak mendapat kutukan kesialan, dia harus menyatakan cinta pada perempuan cantik yang disukainya, dan tidak boleh mendapat penolakan. Lama Joe memikirkannya, dan ilham itu baru turun tatkala dia selesai membaca buku karangan A.S. Laksana, terutama di bagian Teknik Mendapatkan Cinta Sejati.

“Aku telah menyatakan cinta pada seorang perempuan cantik, dan tidak mendapat penolakan,” kata Joe bangga.

“Bagaimana bisa?” teman-temannya keheranan. “Memangnya perempuan siapa yang tidak menolakmu?”

“Kinal JKT48!”

Joe melanjutkan ceritanya, kalau dia dan Kinal bertemu tadi pagi diacara direct selling CD single JKT48 terbaru. Saat mereka berjabat tangan, Joe berkata pada Kinal, “Aku mencintaimu. Tapi sayang sekali, di JKT48 para member tidak boleh memiliki pacar. Jika peraturan seperti itu tidak ada, sejak lama aku telah mengajakmu berpacaran.” Selesai urusan. Kinal hanya tersenyum, tidak menolak, tidak menerima. Dia tersenyum seperti senyum yang selalu dia berikan pada penggemarnya, siapapun itu.

Kalau toh ditolak tatkala menyatakan cinta ke member JKT48, setidaknya bukan ditolak karena alasan-alasan seperti, “Aku masih ingin fokus belajar,” atau, “Aku telah menganggapmu sebagai sahabat,” atau, “Kita lebih cocok jadi kakak beradik.” Percayalah, semua itu adalah sinonim belaka bahwa perempuan itu tidak menyukaimu. Tapi jika kau menyatakan cinta pada member JKT48, alasan penolakanmu pastilah, “Maaf, di JKT48 kami dilarang berpacaran.”

Bayangkan, kau ditolak padahal tidak ada aturan yang melarang untuk berpacaran, itu rasanya seperti ada 70.000 pedang yang menusuk tubuhmu. Itulah sebabnya Joe sangat senang telah menyatakan perasaannya pada Kinal, sebab menyatakan cinta ke member JKT48 adalah cara jitu dalam menghindari penolakan karena alasan-alasan yang sangat umum, kurang tampan, misalnya.

***

Tapi Winata tidak mau cerita yang laksanaesque seperti saranku itu. Dia ingin dengan cerita yang lain, cerita yang telah dia rencanakan sejak awal:

Walaupun member JKT48 yang lain akhirnya tahu hubungan antara Kinal dan Joe, dan Kinal menjalani sidang internal antar member, dengan tegas Kinal berkata, “Member JKT48 memang tidak boleh berpacaran, tapi tidak pernah ada aturan yang melarang member untuk jatuh cinta. Berpacaran dan jatuh cinta adalah dua hal yang berbeda. Kita bisa jatuh cinta tanpa berpacaran. Jatuh cinta adalah urusan hati, sedang berpacaran adalah tindakannya.”

Walau bagaimanapun, member lain tidak ingin Kinal keluar dari JKT48. Maka jalan tengahnya, Kinal tetap di JKT48, dan diam-diam tanpa sepengetahuan Yashushi Akimoto, para member merahasiakan perasaan Kinal pada Joe dan kenyataan bahwa mereka telah sering jalan berdua.

***

“Cerita yang berakhir bahagia ya,” kataku pada Winata.

“Orang-orang akan selalu suka dengan cerita yang berakhir bahagia, sebab dalam kehidupan nyata, hal itu tidak pernah terjadi,” jawab Winata dengan mimik muka serius.

Apa yang dia katakan itu memang benar adanya. Beberapa hari sebelum dia menuliskan akhir kisah untuk komiknya, saat dia akan pulang ke rumahnya di Surabaya, dia terjebak hujan deras. Waktu itu pukul lima sore, dan karena tidak membawa jas hujan, dia berteduh di pos kampling. Jalanan hari itu sepi. Sudah hampir sejam Winata berteduh, dan tidak ada tanda-tanda hujan akan reda. Saat itulah, sebuah mobil sedan mewah berhenti tepat di depannya. Dari kursi pengemudi, seorang perempuan cantik dengan payung di tangannya keluar untuk menghampiri Winata. Perempuan itu adalah Mei, mantan kekasih yang telah menghianati Winata.

Jika kau mengira kedatangan Mei untuk menyatakan permohonan maaf pada Winata, atau menawari dia tumpangan pulang, atau minimal menemaninya berbicara sembari menunggu hujan reda, maka kau salah besar. Sebab perempuan itu telah lupa dengan wajah Winata, dan dia berhenti tepat di depannya hanya untuk menanyakan jalan menuju pom bensin terdekat.

Malang, 11 April 2014, pukul 10.10 WIB

3 thoughts on “Teknik Jitu Menaklukkan Hati Member JKT48”

Leave a reply to Teman Saukko Cancel reply